English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Showing posts with label Bola. Show all posts
Showing posts with label Bola. Show all posts

Sunday, February 6, 2011

10 Transfer Yang Urung Terjadi




1. Kaka (Milan ke Manchester City, 2009)

Peristiwa ini mungkin menjadi salah satu yang tak akan terlupakan! Januari 2009. Milan yang saat ini tengah mengalami persoalan finansial telah didekati oleh klub kaya baru Manchester City. Apakah dirayu menjadi kata yang tepat? Boleh jadi tidak. Setidaknya jika sang pelamar telah menyodorkan £100 juta boleh jadi akan sulit untuk menolaknya.

Tapi kenyataan berjalan berbeda. Media meragukan tawaran City. Begitu juga dengan para fans. Mereka membuka tenda-tenda dan bermukim di dekat kediaman Kaka. Kaka menyambut fans. Ia kibarkan juga seragam Milan dari balik jendela. Namun sekejap semuanya berubah. Kaka bertahan. Sementara media menyuarakan "Grande Kaka!", "Grande Milan!", dan juga "Grande Presiden!". Ya tentu saja acungan buat Silvio Berlusconi.

Lantas apakah kemudian Kaka menjadi pindah ke City? Tidak. Milan pun akhirnya mengikuti desakan fans untuk mempertahankan pemain bintangnya meski gelontoran jutaan euro siap mengalir dari seberang. Semuanya sempatberjalan mulus di Milanello. Tapi tidak sampai enam bulan kemudian karena Kaka akhirnya pergi juga. Bukan ke City, melainkan ke Real Madrid.

2. Gigi Meroni (Torino ke Juventus, 1967)

Tanyakanlah pada seorang fan Inter Milan yang usianya seumuran dengan nama seorang pemain Torino ini. Tak akan diragukan hanya akan ada satu kata; Meroni. Sebagai seorangwinger, Gigi Meroni adalah salah satu pemain terbaik di posisinya pada masa karirnya. Tak heran juga ketika akhirnya Juventus berminat kepadanya pada musim panas 1967.

Sebuah perpindahan dari satu klub lokal ke tempat lainnya tak jarang berjalan rumit. Itulah yang juga terjadi pada Meroni yang memilih bertahan dengan Torino. Tapi tahukah Anda mengapa bisa terjadi?

Sepakbola dan politik telah bercampur. Sempat beredar rumor jika buruh pabrik Fiat mengancam akan mogok jika proses transfer itu terwujud. Ya, Fiat memang perusahaan yang mempekerjakan orang kelas pekerja dari Torino yang lebih condong kepada Granata Torino. Sebaliknya para bos adalah orang-orang Agnelli yang mengendalikan Juventus.

Situasi kian bertambah buruk. Beberapa bulan setelah musim baru dimulai, Meroni ditabrak mobil ketika hendak menyeberang jalan untuk menelepon tunangannya usai menang 4-2 atas Sampdoria. Nyawanya tak selamat. Ia pun meninggal di usia 24 tahun. Lalu setelah kematian Meroni, Juventus dan Torino menggelar laga persahabatan. Il Toro menang 4-0.

3. Giuseppe Signori (Lazio ke Parma, 1995)

"Saya berusaha menjual, saya mundur dari semua kantor, saya sangat kecewa dan tak ingin lagi membuat kesepakatan dengan olahraga lagi."

Begitulah penggalan kalimat yang pernah disampaikan Sergio Cragnotti, sosok yang pernah berusaha untuk menjual Beppe Signori. Signori adalah bomber subur yang sulit dihentikan untuk mencetak gol.

Ia adalah pencetak gol terbanyak Serie A Italia selama dua musim. Striker Lazio ini menjadi bagian penting dalam membawa klubnya ke puncak sebagai runners-up Serie A pada 1994/95.

Sayangnya, Signori tak pernah bisa memenangkan trophy bergengsi dan juga gagal untuk memberi pengaruh buat tim nasional. Namun demikian hal ini tidak memengaruhi Parma untuk menawarkannya dengan jumlah besar. Lazio sepatutnya menerima.

Tapi itu kesalahan besar. Para fans meradang. Mereka turun ke jalan, memprotes keputusan pemilik klub Sergio Cragnotti untuk menjual aset berharganya.

Cragnotti pun mundur. Ia bersumpah untuk tak mau lagi terlibat dalam kegiatan olahraga. Sementara Lazio secara sigap menarik semua pembicaraan soal transfer Signori.

4. Maurice Johnston (Nantes ke Celtic, 1989)

Maurice Johnston adalah salah satu aset yang sempat menjadi rebutan antara Nantes dan Celtic. Setelah sempat melakukan serangkaian pembicaraan, ia bukan berlabuh ke Celtic.

Tapi ia memilih untuk bergabung ke Rangers. Keputusan itu diambil beberapa hari setelah ia sempat berbicara di Celtic Park. Dalam jumpa pers, Johnston sempat berkata,"Celtic adalah satu-satunya klub yang ingin saya bela..."

Dampak kepindahan ini telah membuat publik Skotlandia menjadi lebih sensitif. Karena inilah kali pertama dalam beberapa dekade Rangers membuat sebuah keputusan mengontrak pemain besar dengan latar belakang Katolik. Kehadirannya di Rangers memberikan pengaruh besar bagi kemajuan klubnya dalam kompetisi domestik.

5. Alfredo Di Stefano (Millonarios ke Barcelona, 1953)

Hari-hari El Dorado -- Liga Emas Kolombia -- itu berakhir ketika Alfredo Di Stefano pergi ke Spanyol. Sisanya, seperti yang mereka katakan, adalah sejarah buat Real Madrid.

Menjadi sejarah karena kedatangannya ke Spanyol ketika itu adalah untuk membahas perihal transfer dirinya dari Millonarios kepada Barcelona pada 1953. Tapi konflik muncul di sini yang terjadi antara agen dan perantara. Di Stefano pun bimbang.

Pembahasan kontrak menjadi begitu rumit. Pada saat itu Santiago Bernabeu membujuk Di Stefano untuk bergabung ke Real Madrid. Dan akhirnya Di Stefano pun bergabung ke Madrid dan tidak pernah mengenakan seragam Blaugrana.

6. Preben Elkjaer (Lokeren ke Arsenal, 1984)

Pada dekade 1980-an, Arsenal dikenal dengan reputasinya yang kerap menggaet talenta-talenta yang belum punya nama. Utamanya yang berasal dari negara-negara Eropa utara.

Satu di antaranya yang diinginkan Arsenal adalah Preben Elkjaer. Kesepakatan dilakukan dengan pihak Lokeren, klub tempat Elkjaer bernaung. Tapi proses transfer ke Highbury itu urung terwujud.

Arsenal ternyata lebih memilih Paul Mariner. Sayang striker ini tidak bisa bersinar. Sebaliknya Elkjaer justru mampu menjadi bintang dari Piala Dunia 1986. Ia pun tercatat sebagai salah satu striker terhebat Denmark sepanjang masa.

Sedangkan di level klub, tak lama setelah Arsenal menolaknya, Elkjaer berlabuh ke Italia. Ia berhasil tampil sebagai pemain bintang bersama Hellas Verona sekaligus juga membantu klub Veneto tersebut memenangkan Scudetto pada debut musimnya.

7. Mikel John Obi (Lyn ke Manchester United, 2005)

Ini menjadi salah satu proses transfer yang menyulitkan. Pada 29 April 2005, Manchester United sempat mengumumkan telah berhasil mencapai kesepakatan dengan Lyn Oslo untuk mengontrak Mikel John Obi.

Tapi kenyataan berbicara lain. Mikel yang kurang dikenal para fans tapi cukup dikenal di kalangan agen pemain, justru merapat ke Chelsea. Perpindahan ini menguras energi cukup besar. Sempat beredar kabar jika dia telah ditekan oleh pemilik klub Lyn Oslo untuk ke Chelsea.

Namun untuk membawa pemain asal Nigeria ini Chelsea harus menguras dana besar. Setidaknya ia harus memberikan £4 juta kepada Lyon, £12 juta lainnya kepada United. Barulah transfer itu berjalan dan Mikel berlabuh ke Stamford Bridge.

8. Arjen Robben (PSV ke Manchester United, 2004)

Tak banyak orang yang ingin berkunjung ke Manchester pada musim dingin Januari, kecuali hanya mereka yang ingin dikontrak oleh Manchester United. Cerita itu sempat menjadi jalan yang hendak dituju oleh Arjen Robben saat dia tiba di Old Trafford pada musim dingin dari penghujung musimnya di PSV.

Proses berjalan ketika perwakilan PSV hadir untuk membahas negosiasi. Namun di bagian akhir negosiasi, tawaran yang disodorkan Alex Ferguson kepada klub asal Belanda itu masih terlalu rendah. Akhirnya, enam bulan kemudian, Chelsea memanfaatkan peluang untuk menggaet Robben. Kepindahan itu membuat sejumlah fans United belum bisa memaafkan Robben. Tapi apakah kemarahan itu memang sudah dialamatkan kepada orang yang tepat?

9. Aaron Ramsey (Cardiff City ke Manchester United, 2008)

Aaron Ramsey sempat menyimpan cerita di hati Manchester United. United mengaku telah berhasil mencapai sebuah kesepakatan dengan Cardiff City untuk mengontrak pemain berusia 17 tahun. Pemain muda asal Wales ini diyakini akan bisa menjadi tandem bersama Ryan Giggs. Fans United pun telah bersiap untuk menyambut kedatangan pemain muda berbakat itu di Old Trafford.

Tapi cerita berubah arah. Arsene Wenger menelikung. Pelatih Arsenal ini cukup dikenal sebagai seorang pelatih yang selalu senang memoles pemain-pemain muda menjadi bintang. Wenger meminta kepada kasir Arsenal untuk menyediakan dana £5 juta.

Ramsey dilema. Ia bingung apakah harus menuntaskan kepindahannya ke United atau memilih Arsenal. Akhirnya ia memilih ajakan Wenger. Dan dikemudian hari, Ramsey menyatakan dirinya lebih merasa nyaman di Emirates dibandingkan di Old Trafford.

10. Rabah Madjer (Porto ke Inter, 1987)

Wartawan GOAL.com Carlo Garganese pernah menyebut Rabah Madjer memiliki kesempatan menjadi pemain Afrika terbaik sepanjang masa. Tapi semua itu tak pernah terwujud, apakah mungkin karena ia tidak jadi membela Inter Milan?

Setelah menghabiskan 1,5 tahun di Porto dengan penampilannya yang gemilang,Nerazzurri kepincut untuk mendatangkan permata dari Aljazair tersebut. Rabah senang. Tapi ia gagal mewujudkan kegembiraannya itu karena tak bisa melewati fase terakhir uji kesehatan.
Continue reading →

Giggs Pemain Terhebat MU !

Manchester - Ryan Giggs terpilih sebagai pemain terhebat Manchester United sepanjang sejarah klub berjuluk Setan Merah itu. Penyerang asal Wales itu menyisihkan para pegenda Old Trafford.



Headline


Giggs terpilih menyandang predikat tersebut berdasarkan hasil polling terhadap para pendukung MU. Pemain senior nan lincah itu menyisihkan sejumlah pemain besar yang selama ini menjadi legenda Setan Merah, seperti Eric Cantona, George Best, dan Sir Bobby Charlton.

Kemampuan pemain berusia 37 tahun itu dalam menggocek bola dan menginsiprasi para punggawa MU telah memikat hati jutaan fans klub yang kini bertengger di puncak klasemen sementara Liga primer Inggris itu. Karier sepakbolanya yang cemerlang dan loyalitasnya yang telah lebih dari 20 tahun bertahan di Old Trafford membuat para fans terpukau.

Sejak mulai berkiprah di MU pada 1991, Giggs ikut berperan besar dalam membantu klub mengumpulkan 11 gelar di Liga Primer, empat gelar Piala FA, dan dua kali menjadi kampiun di kancah Eropa.
Pencapaian terbaiknya ditorehkan pada 1999 ketika dia menorehkan gol kemenangan laga semifinal Piala FA melawan Arsenal. MU akhirnya menjuarai Piala FA itu dan torehan tersebut mengantarkan mereka menjadi treble winners.

“Jujur saya, saya tidak percaya, terutama karena begitu banyak pemain hebat di sini,” ujar Giggs merendah menanggapi pilihan para fans MU itu.

Giggs pun mengaku bahagia masih bisa bermain bersama para pemain muda MU. "Jujur saja, saya tidak merasa saya kini berumur 37 tahun. Saya sering bercanda dengan para pemain muda dan merasa saya masih termasuk pemain muda."

Tahun lalu, tim nasional Wales sempat menawari Giggs untuk menukangi kesebelasan tanah kelahirannya itu. Bahkan, saking membutuhkannya, timnas Wales rela jika Giggs nyambi sebagai pemain MU sekaligus pelatih Wales. Namun, Sir Alex tidak mengizinkannya. Bulan lalu, Giggs menerima tawaran perpanjangan kontrak yang diajukan sang mentor.

Inilah 10 pemain terbaik MU pilihan suporter :


1) Ryan Giggs
2) Eric Cantona
3) George Best
4) Sir Bobby Charlton
5) Cristiano Ronaldo
6) Paul Scholes
7) David Beckham
8) Roy Keane
9) Peter Schmeichel
10) Wayne Rooney.
Continue reading →

Sunday, August 29, 2010

Pemain Sepak Bola Tingginya Diatas 2 Meter


Peter Crouch
Peter Crouch warming up for Liverpool
Personal information
Full name Peter James Crouch
Date of birth 30 January 1981 (1981-01-30) (age 29)
Place of birth Macclesfield, England
Height 6 ft 7 in (2.01 m)[1]
Playing position Striker
Club information
Current club Tottenham Hotspur
Jan Koller
Personal information
Date of birth March 30, 1973 (1973-03-30) (age 37)
Place of birth Smetanova Lhota, Czechoslovakia
Height 2.02 m (6 ft 7 1⁄2 in)
Playing position Striker
Club information
Current club Cannes
Number 23

Personal information
Full name Nikola Žigić
Date of birth September 25, 1980 (1980-09-25) (age 29)
Place of birth Bačka Topola, Yugoslavia
Height 2.02 m (6 ft 7 1⁄2 in)
Playing position Centre forward
Club information
Current club Birmingham City

Tor Hogne Aarøy
Personal information
Full name Tor Hogne Aarøy
Date of birth 20 March 1977 (1977-03-20) (age 33)
Place of birth Ålesund, Norway
Height 2.04 m (6 ft 8 1⁄2 in)
Playing position Forward
Club information
Current club Aalesund

Vanja Iveša
Personal information
Full name Vanja Iveša
Date of birth July 21, 1977 (1977-07-21) (age 32)
Place of birth Pula, SR Croatia, Yugoslavia
Height 2.05 m (6 ft 8 1⁄2 in)
Playing position Goalkeeper
Club information
Current club Eskişehirspor
Number 1

Yang Changpeng
Personal information
Full name Yang Changpeng
Date of birth May 1, 1989 (1989-05-01) (age 21)
Place of birth Wuhan, China
Height 2.06 m (6 ft 9 in)
Playing position Striker
Club information
Current club Three Gorges Kangtian
Number 9

Kristof Van Hout
Personal information
Date of birth February 9, 1987 (1987-02-09) (age 23)
Place of birth Lommel, Belgium
Height 2.08 m (6 ft 10 in)
Playing position Goalkeeper
Club information
Current club Standard Liège
Continue reading →

Saturday, August 21, 2010

Kemenangan Tidak Terduga Selama Piala Dunia

Selain kemenangan Slowakia atas Italia, inilah sepuluh kemenangan tak diduga dalam sejarah Piala Dunia.

10. Spanyol 0-1 Swiss (Babak penyisihan grup Piala Dunia 2010)
Mari kita mulai dengan kemenangan mengejutkan Swiss atas Spanyol yang berakhir dengan skor 1-0. Tergabung dalam Grup H babak penyisihan Piala Dunia bersama Swiss, Cili, dan Honduras, Spanyol tentu saja diprediksi dapat dengan mudah lolos dalam babak penyisihan Grup H mengingat hasil gemilang yang selalu diraih Spanyol sepanjang babak kualifikasi dan pertandingan persahabatan. 

Namun, kini Spanyol harus berjuang keras agar dapat lolos ke babak 16 besar setelah kekalahan menyakitkan yang dialami ketika menghadapi Swiss. Dominasi dan banyaknya peluang yang tercipta sepanjang pertandingan harus berakhir tanpa hasil setelah dipatahkan oleh barisan pertahanan Swiss yang sangat solid dan disiplin. Sebuah gol dari kaki Gelson Fernandes sudah cukup membawa Swiss memenangkan pertandingan menghadapi Spanyol.

9. Korea Selatan 2- 1 Italia (Babak perdelapan-final Piala Dunia 2002)
Italia harus angkat koper lebih dulu di babak perdelapan-final Piala Dunia 2002 setelah dikalahkan 2-1 atas tuan rumah Korea Selatan. Ahn Jung Hwan patut menyandang gelar pahlawan ketika menciptakan gol kemenangan atas Italia di menit-menit terakhir pertandingan.

Sebenarnya kemenangan Korea Selatan atas Italia tidak akan terjadi seandainya saja gol yang diciptakan oleh Giovanni Trapattoni tidak dianulir off-side oleh wasit Byron Moreno asal Ekuador dan memberi hadiah penalti bagi Korea Selatan atas pelanggaran yang dilakukan oleh barisan pertahanan Italia.

Usai pertandingan, timnas Italia menuding bahwa telah terjadi konspirasi terhadap mereka. Hal ini berdasar karena sebelumnya ketika melawan Meksiko dan Kroasia mereka berhasil mencetak masing-masing dua gol yang akhirnya dianulir off-side oleh wasit.

8. Spanyol 0- 1 Irlandia Utara (Babak penyisihan Piala Dunia 1982)
Penampilan Spanyol di Piala Dunia 1982 sebetulnya tidak pantas dikatakan bagus bahkan bisa dikatakan mereka memiliki penampilan yang buruk. Hanya menang sekali dalam lima pertandingan, dan hanya mampu mencetak empat gol dimana dua diantaranya merupakan tendangan penalti yang menimbulkan kontroversi adalah buktinya.

Sesungguhnya timnas Spanyol tidak akan lolos ke babak berikutnya tanpa bantuan wasit pertandingan. Mereka berhasil mengalahkan Honduras 1-0 dalam laga pembuka Piala Dunia, itupun berkat gol hasil tendangan penalti Roberto Ufarte.

Setelah dikejutkan dengan kekalahan ketika melawan Yugoslavia, timnas Spanyol kembali dikejutkan setelah mengalami kekalahan 1-0 ketika menghadapi Irlandia Utara. Gerry Armstrong mencetak gol kemenangan bagi Irlandia Utara dua menit sebelum jeda babak pertama.

7. Argentina 0-1 Kamerun (Babak penyisihan Piala Dunia 1990)
Pembukaan Piala Dunia 1990 di Italia disambut dengan kemeriahan. Argentina datang dengan predikat juara bertahan, meskipun tidak memiliki skuad bertabur pemain bintang Argentina masih memiliki Diego Maradona dan bintang muda masa depan Claudio Caniggia. Argentina sepertinya akan memenangkan pertandingan kala menghadapi Kamerun yang belum pernah menujuarai Piala Dunia. Namun diluar dugaan Argentina harus mengakui keunggulan Kamerun. Francois Oman Biyik menciptakan gol bagi Kamerun di menit ke-67 pertandingan. Dan siapa yang menyangka jika Argentina harus dikalahkan Kamerun dengan sembilan sisa pemain di lapangan.

6. Prancis 0-1 Senegal (Babak penyisihan Piala Dunia 2002)
Sama halnya dengan Piala Dunia 1990 di Italia, Piala Dunia 2002 dibuka dengan kemenangan mengejutkan timnas asal Afrika ini. Prancis yang merupakan juara piala Eropa, dan memiliki pemain-pemain top skorer yang berlaga di Liga Inggris, Italia, dan Prancis dikejutkan oleh penampilan permainan timnas Senegal. Papa Bouba Diop mencetak gol kemenangan bagi Senegal di paruh permainan babak pertama dan merayakan golnya tersebut dengan tarian kemenangan khas Afrika.

5. Jerman Barat 1-2 Aljazair (Babak penyisihan Piala Dunia 1982)
Jerman Barat mengikuti Piala Dunia 1982 dengan gelar juara Eropa. Selain itu timnas Jerman Barat juga memiliki pemain kelas dunia seperti Karl Heinz Rummenigge, Paul Breitner, Harald Schumacher, Pierre Littbarski, dan Uli Stielike. Tidak ada satupun yang menaruh harapan Aljazair akan memenangkan pertandingan, namun diluar dugaan timnas Aljazair mampu memperlihatkan permainan cepat yang sangat baik. Sang legenda Rabah Madjer mencetak gol pertama. Jerman Barat pun kemudian menyamakan kedudukan di menit ke-67 sebelum akhirnya Lakhdar Belloumi mencetak gol kemenangan bagi Aljazair.

4. Inggris 0-1 Amerika Serikat (Babak penyisihan Piala Dunia 1950)
Piala Dunia 1950 merupakan Piala Dunia yang pertama bagi Inggris. Sementara itu, timnas Amerika Serikat mengikuti Piala Dunia 1950 tanpa memiliki pemain dengan kualitas dunia.

Setelah Inggris berhasil mengalahkan Cili 2-0 di babak penyisihan grup, dan Amerika Serikat yang dikalahkan oleh Spanyol 3-1, tentu saja Inggris diunggulkan akan memenangkan laga melawan Amerika Serikat. Pemain-pemain Inggris mendominasi pertandingan namun tidak satupun peluang yang tercipta berhasil menjadi gol. Secara mengejutkan, di menit ke-38 Amerika Serikat berhasil mencetak gol melalui Joe Gaetjens yang membuat publik terkejut.

Bahkan surat kabar di Inggris yang melaporkan kekalahan timnas Inggris 1-0 atas Amerika Serikat dianggap melakukan kesalahan ketik. Publik menganggap, Inggris tidak mungkin kalah dan telah terjadi kesalahan ketik hasil pertandingan.

3. Hungaria 2-3 Jerman Barat (Final Piala Dunia 1954)
Hungaria tampaknya tidak terkalahkan ketika harus melawan Jerman Barat di Piala Dunia 1954. Dengan catatan 31 kemenangan tanpa terkalahkan dan berhasil mengalahkan Inggris 6-3 di Stadion Wembley membuat timnas Hungaria jauh diunggulkan. Hungaria mengubah sepakbola taktis dengan menempatkan empat penyerang di depan. Sandor Kocsis, Jozsef Bozsik, Nandor Hidegkuti, dan tentu saja Ferenc Puskas adalah kuartet penyerang Hungaria yang tidak tergantikan.

Hungaria mencetak 17 gol dalam dua pertandingan babak penyisihan grup, termasuk mengalahkan Jerman 8-3, dan membungkam 4-2 Brasil dan Uruguay. Memimpin 2-0 di delapan menit pertandingan melawan Jerman Barat, Hungaria sepertinya akan keluar sebagai pemenangnya. Namun keunggulan Hungaria harus berakhir pahit ketika di menit 84 Uwe Rahn mampu membalikkan kedudukan menjadi 3-2 setelah sebelumnya Fritz Walter berhasil mencetak gol pembangkit semangat.

2. Korea Utara 1-0 Italia (Babak penyisihan Piala Dunia 1966)
Pertandingan antara Korea Utara dan Italia berhasil menempati urutan kedua dalam pertandingan dengan hasil akhir yang mengejutkan sepanjang sejarah Piala Dunia yang berlangsung di Inggris. Korea Utara berhasil mengejutkan dunia dengan kemenangannya 1-0 melawan Italia yang akhirnya meloloskan mereka ke babak perempat-final.

Korea Utara berangkat ke Inggris dengan membawa predikat kuda hitam dan memiliki pemain yang tidak diketahui oleh dunia karena isolasi dari negara komunis. Korea Utara bahkan diprediksi akan angkat koper duluan dan pulang ke negara mereka di babak penyisihan grup. Dan sesungguhnya Korea Utara harus terseok-seok untuk lolos ke babak berikutnya setelah kalah 3-0 melawan Uni Soviet. Kemudian kekalahan 1-0 atas Cili sepertinya membuat timnas Korea Utara betul-betul akan angkat koper namun di menit ke-88 pertandingan Pak Seung Sin berhasil mencetak gol penyeimbang dan menunda kepulangan Korea Utara.

Dalam pertandingan terakhir fase grup melawan Italia, sang legenda seperti Giacinto Facchetti, Sandro Mazzola, dan Gianni Rivera nampaknya terlalu tangguh untuk dikalahkan. Namun di menit ke-42 Pak Doo Ik menciptakan gol sensasional yang membuat timnas Korea Utara berhasil melaju ke babak berikutnya sementara timnas Italia akhirnya angkat koper dan pulang ke negaranya.

1. Uruguay 2-1 Brasil (Final Piala Dunia 1950)
“Di segala tempat terjadi bencana nasional seperti bencana yang terjadi di Hiroshima. Dan Hiroshima kami adalah kekalahan ketika melawan Uruguay 1950,” tulis penulis terkenal Brasil Nelson Rodrigues.

Bermain di negeri sendiri, Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjadi juara Piala Dunia 1950. Uruguay membutuhkan kemenangan untuk mencuri gelar dari saingan mereka Brasil.

Bencana bagi Brasil akhirnya tiba di menit ke-79 dimana Uruguay berhasil mencetak gol yang membalikkan kedudukan, 2-1. Uruguay berhasil keluar sebagai juara Piala Dunia 1950 dan seluruh publik di Brasil berkabung yang dikenal dengan sebutan Maracanazo. Beberapa fans bunuh diri, sementara banyak pemain Brasil yang jadi bulan-bulanan publik.

Kiper Barbosa dituding sebagai penyebab kekalahan Brasil dan menjalani sisa hidupnya dalam kesengsaraan sebelum akhirnya meninggal tanpa uang sepeser pun di tahun 2000. “Berdasarkan hukum Brasil maksimum hukuman adalah tiga puluh tahun. Tetapi saya telah dihukum selama lima puluh tahun,” katanya sebelum meninggal dunia.
source: http://kaskusnews.us/2010/06/25/sepuluh-kemenangan-tidak-terduga-selama-piala-dunia/


Continue reading →

Saturday, August 14, 2010

10 Pemain Bola Yang Menangis di Lapangan























1. Pele
Saat berumur 17 tahun, Pele menangis di pundak rekan setimnya, Didi, sementara rekan lainnya, Gilmar dan Orlando memberikan selamat kepada Pele karena telah bermain baik di final Piala Dunia 1958.

2. Eusebio
Legenda Portugal ini berlinang air mata setelah negaranya dikalahkan Inggris pada semi final Piala Dunia 1966.

3. Paul Gascoine
Gazza pun bisa menangis. Pada Piala Dunia 1990 di Italia, cowok tempramental ini membuka gerbang air mata dan menangis sepuasnya.

4. Carsten Jancker
Cowok Jerman bertubuh besar ini menangis kayak bayi setelah Bayern Munich ditekuk Manchester United pada final Liga Champions 1999 di Barcelona.

5. Francesco Totti
Pangeran Roma ini cocok jadi aktor. Saat Italia dikalahkan Perancis di final Euro 2000 dengan sebuah drama, Totti langsung menangis.

6. David Seaman
Kiper berambut buntut kuda ini nggak bisa menahan emosi saat Arsenal nggak berkutik melawan Spurs di semi final Piala FA tahun 1991. Seaman pun menangis.

7. Thiery Henry
Henry adalah pemain yang sensitif. Sebelum pertandingan Perancis dan Turki dimulai, ada berita duka kalo Marc-Vivien Foe, salah satu pemain Kamerun, meninggal dunia saat bertanding melawan Kolombia. Saat itu mata Henry langsung memerah dan meneteskan air mata duka yang mendalam.

8. William Gallas
Salah satu pemain yang nggak takut untuk melepaskan emosinya kapan pun di mana pun. Saat timnya Chelsea dikalahkan Liverpool pada semi final Liga Champions tahun 2005, Gallas cengeng langsung menangis. Nggak jarang Gallas terlihat nangis.

9. Emmanuel Eboue
Pemain belakang Arsenal ini sedih bukan kepalang dan langsung menangis saat fans Arsenal sendiri mencemooh dirinya di Stadion Emiratas. Padahal saat itu the Gunners menang melawan Wigan dengan skor 1-0.

10. Cristiano Ronaldo
Ini dia drama king. Cowok ini langganan nangis di lapangan. Salah satunya adalah saat Manchester United dikalahkan Arsenal di final Piala FA tahun 2005
Continue reading →

Thursday, July 15, 2010

Dunia siap kehilangan paul selamanya

Anda termasuk yang terheran-heran dengan Paul si gurita yang sanggup menebak hasil delapan pertandingan dengan jitu? Siap-siap kehilangan dia karena Paul sebentar lagi harus 'pensiun'.

Paul, seekor gurita berusia 2,5 tahun yang tinggal di akuarium Sea Life di kota Oberhausen, Jerman, menjadi bintang di Piala Dunia 2010. Makhluk moluska itu sanggup menebak dengan jitu tujuh laga timnas Jerman dan satu laga final.

Tebakan jitu Paul termasuk saat Jerman diramal akan kalah dari Serbia di fase grup serta kala Die Mannschaft diprediksi ditekuk Spanyol di final.? 

Status selebriti pun segera disandang Paul. Sekarang, begitu banyak orang dan media yang datang ke akuarium Sea Life di Oberhausen untuk merekam bagaimana kehidupan binatang bertentakel delapan itu.

Setelah Piala Dunia berakhir, pengelola Sea Life sudah menyatakan bahwa Paul akan kembali ke pekerjaan lamanya, yakni jadi binatang atraksi untuk menghibur anak-anak di akuarium raksasa itu.

Lantas, akankah di masa depan Paul bakal membuat ramalan lagi? Mungkin tidak. Piala Dunia 2010 bisa jadi akan menjadi ajang terakhir di mana Paul bisa memperlihatkan kemampuannya menujum.

Sebagai catatan, usia Paul saat ini adalah 2,5 tahun, sementara umur seekor gurita biasanya berkisar di angka tiga tahun (gurita raksasa bisa hidup lebih lama, sampai lima tahun). Artinya, masa hidup Paul mungkin tinggal setengah tahun lagi.

Event besar berikut adalah Piala Eropa 2012 di Polandia dan Ukraina. Agak sulit untuk berharap Paul masih hidup saat itu dan membuat ramalan jitu lagi ? 

http://bola.vibizdaily.com/
Continue reading →

Wednesday, July 14, 2010

Nasib Stadion Soccer City Usai Piala Dunia 2010

Selama sebulan penuh, masyarakat Afrika Selatan dan bahkan seluruh dunia larut dalam eforia Piala Dunia 2010, yang akan mementaskan laga terakhir di Stadion Soccer City, Johannesburg, Minggu malam (Senin dinihari WIB).

Selama sebulan penuh itu pula, Piala Dunia yang diikuti 32 negara dan untuk pertama kali digelar di Benua Hitam itu, menghadirkan banyak kisah.

Tapi mungkin tidak banyak yang memikirkan, bagaimana dengan nasib sepuluh stadion megah yang dibangun dengan anggaran miliaran dolar Amerika Serikat (AS) itu.

Dari Stadion Soccer City di Johannesburg, Green Point di Cape Town dan Moses Mabhida di Durban, para penggemar sepak bola yang datang dari hampir seluruh penjuru dunia, terkagum-kagum melihat kemegahan stadion tersebut.

Presiden federasi asosiasi sepakbola sedunia (FIFA), Sepp Blatter, pun memuji fasilitas stadion dengan menyebutnya ibarat untaian mutiara.

"Tidak ada satu pun negara di Eropa sekali pun yang mempunyai stadion sebagus dan seindah ini, hanya di Afrika Selatan," puji Blatter.

Tapi yang menjadi pertanyaan usai Piala Dunia 2010 adalah, siapa yang akan membiayai perawatan seluruh stadion yang pembangunannya setelah menguras kas negara Afrika Selatan sebesar 11 miliar rand tersebut?

Banyak yang khawatir kalau stadion tersebut akan menjadi mubazir karena pada dasarnya pertandingan sepak bola belum menjadi perhatian utama masyarakat karena kalah bersaing dengan rugby. Sementara klub-klub rugby tersebut pada umumnya sudah memiliki stadion sendiri.

Sebuah konsorsium yang membangun Green Point di Cape Town mengatakan bahwa mereka sebenarnya sudah punya rencana terhadap segala fasilitas di stadion yang berlokasi dekat objek wisata Table Mountai itu.

Stadion yang dibangun dengan biaya 4,5 milar rand tersebut akan dijadikan arena konser, pertandingan rubgy, konferensi, serta berbagai acara lainnya.

"Setidaknya kami sudah mempunyai sepuluh agenda acara pada tahun pertama 2011 nanti," kata Morne du Plessis, ketua eksekutif SSOC, perusahaan yang bergerak di bidang penyelenggara acara.

Pihak SSOC, menurut du Plessis, telah memiliki dua konser besar, satu pada November 2010 dan satu lagi pada Maret 2011. 

Perjanjian dengan pemerintah kota Cape Town tergolong longgar, karena mereka tidak harus membayar sewa jika mereka tidak berhasil memperoleh keuntungan, tapi harus menyetor sebesar 30 persen kalau ada keuntungan.

Pemerintah Kota Durban juga sudah mempunyai rencana mengenai masa depan Stadion Moses Mabhida yang berkapasitas 70.000 tempat duduk.

Seperi halnya Cape Town, kota yang terletak di pinggir pantai Samudera Hindia itu, juga akan menyerahkan pengelolaan kepada pihak swasta. Stadion yang dibangun disamping stadion klub rugbi terkenal itu, menurut rencana akan menjadi salah satu arena Olimpiade 2010, jika Afrika Selatan terpilih nanti.

Dengan gaya arsitektur unik karena terdapat lengkungan setinggi 106 meter di bagian atasnya, stadion tersebut setiap bulannya memerlukan tidak kurang dari 1 juta rand (Rp1,2 miliar) untuk biaya perawatan.

Berbeda dengan Cape Town atau Durban, kota Port Elizabeth yang merupakan kota terbesar kelima di Afrika Selatan, sama sekali tidak mempunyai stadion sehingga dibangunlah Stadion Nelson Mandela Bay dengan biaya 1,9 miliar rand. 

Namun, kota tersebut tidak mempunyai klub sepak bola yang berlaga di liga utama, atau pun klub rugbi. Jika tidak ada event besar seperti konser atau acara olah raga lainnya, stadion megah tersebut dikhawatirkan bisa kosong melompong sepanjang tahun.

Menurut Errol Heynes, ketua panitia lokal Piala Dunia 2010 Durban, untuk tahun pertama, pemerintah kota Durban memang harus mengeluarkan subsidi untuk biaya perawatan sebelum dikelola secara penuh oleh pihak swasta.

"Tapi pada tahun kedua, pihak pengelola swasta diharapkan sudah bisa mencari dana sendiri dengan menyewakan stadion untuk berbagai acara, termasuk konser dan pertandingan rugbi," katanya.

Kota kecil

Yang menjadi kekhawatiran utama adalah stadion yang berada di kota kecil dan tidak mempunyai klub sepak bola atau rugbi yang bisa memanfaatkan stadion, seperti di Nelspruit dan Polokwane.

Nelspruit, kota yang berpenduk kurang dari satu juta jiwa, memiliki stadion baru berkapasitas 45.000 tempat duduk yang dibangun dengan biaya 1,3 miliar rand, demikian juga dengan kota Polokwane.

Baik Nelspruit maupun Polokwane sama-sama tidak mempunyai klub sepak bola dan belum ada pernyataan dari pemerintah kota setempat akan digunakan untuk apa stadion megah tersebut usai Piala Dunia.

"Sebagian dari stadion tersebut akan menjadi monumen. Bagaimana mereka bisa mengisi tempat duduk setelah Piala Dunia berakhir?," kata Patrick Bond, seorang ekonom dari organisasi masyarakat yang berdomisilidi Durban.

Meski Piala Dunia 2010 mendapat pujian karena berhasil menyelenggarakan pesta akbar itu dengan sukses dan tanpa halangan berarti, tidak semua masyarakat Afrika Selatan sendiri merasa gembira, dan bahkan tidak mendapat keuntungan apa-apa, terutama masyarakat miskin.

Bahkan, mereka merasa hanya menjadi korban karena rumah gubug mereka digusur demi menjaga "keindahan kota".

Di antara mereka yang menjadi korban adalah sekitar 20.000 warga miskin di Cape Town yang digusur di komplek perumahan sementara Joe Slovo, agar pemandangan para tamu Piala Dunia tidak terusik dengan pemandangan rumuh-rumah kumuh tersebut.

Lili Shabangu, seorang warga yang tinggal di pinggiran kota Nelspruit mengatakan bahwa Piala Dunia 2010 hanya membuat mereka untuk sesaat melupakan kesusahan hidup sehari-hari dan kehidupan mereka akan kembali seperti semula usai Piala Dunia 2010.

"Bagi kami sekeluarga, Piala Dunia 2010 tidak memberikan dampak apa apa terhadap kehidupan kami. Kami hanya seperti penonton di rumah sendiri dan tidak ada manfaat yang bisa kami dapatkan," kata wanita dengan empat anak tersebut.


http://bola.vibizdaily.com
Continue reading →

Ranking

My Popularity (by popuri.us)

Followers

Categories